Website Resmi SMPIT MADANI TUNJUNGMULI

5 HAL MENGHILANGKAN PAHALA PUASA

Dr. KH. Masruhin Abdul Majid.,M.Pd.I

Ketua Lembaga Dakwah NU DKI Jakarta

Pengasuh Pesantren Madani Tunjungmuli Purbalingga

 

Bulan Ramadhan merupakan bulan mulia, penuh berkah dan ampunan dari Allah swt. Sampai ulama salafus sholih (ulama yang lahir sebelum tahun 300 hijriyah) membagi bulan ramadhan dalam satu tahun menjadi 2 bagian, 6 bulan beliau berdoa agar diberi panjang umur bertemu dengan bulan suci ramadhan dan 6 bulan berikutnya berdoa agar semua amal ibadah dibulan ramadhan di terima Allah swt. Kenapa sedemikian lamanya beliau-berdoa…? karena tidak sedikit orang yang merugi di bulan suci ini disebabkan melakukan tindakan yang menghilangkan pahala puasanya.

Ibadah puasa Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga menghindari perilaku yang bisa menghilangkan pahala ibadah tersebut. Rasulullah saw sendiri pernah mengingatkan bahwa banyak orang yang hanya mendapat rasa lapar dan haus sebagai hasil dari puasanya.

كَمْ مِنْ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلَّا الْجُوْع وَالْعَطْش

Artinya: “Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan sesuatu dari puasanya kecuali rasa lapar dan dahaga” (HR An-Nasa’i). 

Dalam hadits disebutkan ada 5 (lima) perbuatan yang dapat menghilangkan pahalanya puasa :

خمسٌ يُفطِرن الصّائِم: الغِيبةُ، والنّمِيمةُ، والكذِبُ، والنّظرُ بِالشّهوةِ، واليمِينُ الكاذِبةُ

Artinya: “Lima hal yang bisa membatalkan pahala orang berpuasa: membicarakan orang lain, mengadu domba, berbohong, melihat dengan syahwat, dan sumpah palsu” (HR Ad-Dailami). 

Pertama adalah berdusta atau berbohong, yang merupakan tindakan yang sangat dilarang dalam Islam.

عَنْ أَبِي وَائِلٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الْفُجُورِ وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِي إِلَى النَّارِ وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَكْذِبُ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ كَذَّابًا وَعَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ صِدِّيقًا

Dari Abu Wail dari Abdullah ia berkata, “Rasulullah Saw bersabda: “Jauhilah kebohongan, sebab kebohongan menggiring kepada keburukan, dan keburukan akan menggiring kepada neraka. Dan sungguh, jika seseorang berbohong dan terbiasa dalam kebohongan hingga di sisi Allah ia akan ditulis sebagai seorang pembohong. Dan hendaklah kalian jujur, sebab jujur menggiring kepada kebaikan, dan kebaikan akan menggiring kepada surga. Dan sungguh, jika seseorang berlaku jujur dan terbiasa dalam kejujuran hingga di sisi Allah ia akan ditulis sebagai orang yang jujur.”

Kedua, adalah ghibah atau menggunjing, yang juga merupakan perbuatan tercela yang bisa merusak ibadah seseorang.

وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ: أَتَدْرُونَ مَا اَلْغِيبَةُ؟ قَالُوا: اَللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ قَالَ: ذِكْرُكَ أَخَاكَ بِمَا يَكْرَهُ قِيلَ: أَرَأَيْتَ إِنْ كَانَ فِي أَخِي مَا أَقُولُ ؟ قَالَ: إِنْ كَانَ فِيهِ مَا تَقُولُ فَقَدْ اِغْتَبْتَهُ وَإِنْ لَمْ يَكُنْ فَقَدْ بَهَتَّهُ، أَخْرَجَهُ مُسْلِمٌ

Dari shahabat Abu Hurairah radhiyallāhu ‘anhu, Rasulullāh shallallāhu ‘alaihi wa sallam bersabda:“Tahukah kalian apa itu ghibah?”Para shahabat menjawab: “Allāh dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui.”Rasulullāh shallallāhu ‘alaihi wa sallam mengatakan:“Engkau menyebutkan tentang saudaramu apa yang tidak dia sukai untuk disebutkan.” Maka dikatakan kepada Nabi:“Seandainya yang aku ucapkan tentang sadaraku itu benar adanya, bagaimana menurut engkau, wahai Rasulullāh?”Kata Rasulullāh:“Kalau apa yang engkau ucapkan tentang saudaramu itu benar maka itulah ghibah, kalau ternyata yang engkau ucapkan itu tidak benar maka engkau telah berdusta atas dirinya.”(HR Imam Muslim nomor 2589)

Ketiga, adu domba dalam istilah sekarang biasa disebut profokator atau penyebar berita bohong, hoax atau ujaran kebaikan. Prilaku ini juga termasuk dalam yang dapat menggugurkan pahala puasa. Adu domba tidak hanya merusak hubungan antar sesama, tetapi juga merusak nilai-nilai kebaikan yang seharusnya ditanamkan di bulan suci ini.

وَعَنْ حُذَيْفَةَ – رضى الله عنه – قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – لَا يَدْخُلُ اَلْجَنَّةَ قَتَّاتٌ

Dari shahābat Hudzaifah radhiyallāhu ‘anhu beliau berkata, Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:“Tidak akan masuk surga al-qattat (tukang adu domba.” (HR Bukhāri)

Keempat, Sumpah palsu juga termasuk dalam daftar perilaku yang bisa merugikan seseorang di bulan Ramadhan.

وَقَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:  مَنْ حَلَفَ عَلَى يَمِيْنٍ مَصْبُوْرَةٍ كَاذِبَةٍ فَلْيَتَبَوَّأْمَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ.

Rasulullah bersabda, “Barangsiapa bersumpah dengan sumpah dusta, maka hendaklah ia mengambil tempat duduknya di dalam neraka.” (HR. Hakim

Kelima, adalah memandang lawan jenis dengan penuh syahwat. Perilaku ini tidak hanya mengganggu konsentrasi dalam beribadah, tetapi juga mengundang godaan yang bisa membuat seseorang terjerumus dalam dosa-dosa yang tidak diinginkan.

كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيبُهُ مِنَ الزِّنَا، مُدْرِكٌ ذَلِكَ لَا مَحَالَةَ، فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَر

Sesungguhnya Allah telah menetapkan atas diri anak keturunan Adam bagiannya dari zina. Dia mengetahui yang demikian tanpa dipungkiri. Mata bisa berzina, dan zinanya adalah pandangan (yang diharamkan).

Wallahu ‘Alam

 

Pondok Pesantren Madani Tunjungmuli

Beralamat Desa Tunjungmuli, Kecamatan Karangmoncol, Kabupaten Purbalingga.

PESANTREN, SMP IT & SMA IT MADANI TUNJUNGMULI

SEKOLAH CALON PEMIMPIN BANGSA

Share this 

Share on facebook
Facebook
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on twitter
Twitter
Share on google
Google+
Share on email
Email

Tinggalkan komentar