Website Resmi SMPIT MADANI TUNJUNGMULI

9 KIAT SUKSES RAMADHAN

Dr. K.H. Masruhin Abdul Majid.,S.Ag.,M.Pd.I

  • Pengasuh Pesantren Madani Tunjungmuli Purbalingga
  • Pengurus Komisi Dakwah MUI Pusat
  • Ketua Lembaga Dakwah NU Jakarta
  • Wakil Rektor III UPI YAI Jakart 

    أَهْلًا وَسَهْلًا يَا رَمَضَان Selamat datang, sugeng rawuh bulan Ramadhan. Bulan ramadhan adalah bulan mulia yang dinantikan oleh semua umat islam didunia. Dalam hadits disebutkan

    قَدْ جَاءَكُمْ رَمَضَانُ شَهْرٌمُبَارَكٌ افْتَرَضَ اللهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ تُفْتَحُ فَيْهِ أبْوَابُ الْجَنَّةِ وَيُغْلَقُ فَيْهِ أبْوَابُ الْجَحِيْمِ وَتُغَلًّ فَيْهَ الشَّيَاطَيْنُ فَيْهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ ألْفِ شَهْرٍ

    Artinya: “Telah datang Bulan Ramadhan, bulan penuh berkah, maka Allah mewajibkan kalian untuk berpuasa pada bulan itu, saat itu pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, para setan diikat dan pada bulan itu pula terdapat satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan.”

    Puasa ramadhan adalah ibadah yang pelaksanaanya paling lama diantara ibadah lainnya. maka banyak sekali umat islam yang tidak konsisten dalam mengistiqomahkan ibadah dibulan ramadahan. Allah swt mewajibkan kita berpuasa agar kita menjadi orang yang bahagia dunia dan akhirat. Untuk itu wajib berikhtiar sekuat mungkin agar ramadhan tahun ini lebih baik dari tahun yang lalu. Berikut 9 kiat sukses ramadhan.

    1. Niat karena Allah swt

    Niat merupakan penentu aktifitas kita, baik buruknya perbuatan tergantung pada niatnya sebagaimana dalam hadits disebutkan :

    عَنْ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ وَلِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى

    Dari Umar radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Amal itu tergantung niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan sesuai niatnya. (HR. Bukhari, Muslim, dan empat imam Ahli Hadits) 

    1. Bekali Ilmu Puasa

    Orang yang berpuasa harus Memahami ilmu tentang puasa karena amal tanpa ilmu tidak akan diterima :

    هُوَ اِمَامُ العَمَلِ وَالعَمَلُ تَابِعُهُ

    Artinya: Ilmu adalah pemimpin sebuah perbuatan, dan perbuatan adalah pengikutnya. (H.R Ibn ‘Abd al-Bar)

    dalam Matan Zubad disebutkan :

    وَكُلُّ  مَنْ بِغَيْرِ عِلْمٍ يَعْمَلُ # أَعْمَالُهُ مَرْدُوْدَةٌ لَا تُقْبَلُ

    Artinya: Setiap orang yang beramal atau melakukan perbuatan dengan tanpa ilmu, maka segala amalnya ditolak dan tidak terima. 

    1. Bertekad Menghatamkan al-qur’an

    Bulan ramadhan adalah bulannya al-Quran, maka sangat dianjurkan kita mengahtamkannya, bahkan Imam syafi’i dalam 1 bulan ramadhan hatam al-Qur’an sebanyak 60 x. QS. Al-Baqarah Ayat 185.

    شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ

    Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). 

    1. Bertekad selalu sholat Tarawih

    Sholat sunah tarawih merupakan sholat sunah yang hanya dimalam ramadhan yang dapat menggugurkan pahala bagi yang melakukannya. Sebagaimana dalam hadits :

     مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

    Barangsiapa ibadah (shalat/qiyamul lail) di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. 

    1. Bertekad untuk selalu sholat berjamaah

    Dibulan ramadhan semua ibadah pahalanya dilipat gandakan oleh Allah swt, maka sangat sayang sekali bila kita meninggalkan sholat berjamaah :

    عن عبد الله بن عمر رضي الله عنهما أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ: «صلاةُ الجَمَاعَة أَفضَلُ من صَلاَة الفَذِّ بِسَبعٍ وعِشرِين دَرَجَة

    Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sholat berjamaah itu lebih utama daripada sholat sendiri sebanyak 27 derajat.” (HR. Bukhari) 

    1. Setiap hari bershodaqoh

    عَنْ اَنَسٍ قِيْلَ يَارَسُولَ اللهِ اَيُّ الصَّدَقَةِ اَفْضَلُ؟ قَالَ: صَدَقَةٌ فِى رَمَضَانَ

    Artinya: Dari Anas dikatakan, Wahai Rasulullah, sedekah apa yang nilainya paling utama? Rasul menjawab, “Sedekah di bulan Ramadhan” (HR At-Tirmidzi). 

    1. Hidari perbuatan yang tidak Penting

    Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

    مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيهِ

    Di antara kebaikan islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat” (HR. Tirmidzi ) 

    1. Puasa sebagai kebutuhan

    Puasa yang kita lakukan akan membuat diri kita bahagia dunia dan akhirat. Kepana ??? karena tujuan diwajibkannya puasa adalah agar bertaqwa. Kalau kita sudah bertaqwa maka kita dijamin bahagia dunia akhirat :

    وَمَنْ يَّتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مَخْرَجًا ۙ وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُۗ

    “Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. (QS. Ath-Thalaq: 2-3). 

    1. Anggaplah ini ramadhan terakhir

    Dalam maqolah ada konsep dalam menyikapi hidup dan kematian :

    اعْمَلْ لِدُنْيَاكَ كَأنَّك تَعِيشُ أبَدًا، وَاعْمَلْ لِآخِرَتِكَ كَأَنَّكَ تَمُوْتُ غَدًا

    Artinya: “Bekerjalah untuk duniamu seakan-akan engkau akan hidup selamanya. Dan bekerjalah untuk akhiratmu seakan-akan engkau akan mati besok pagi.” 

    Pondok Pesantren Madani Tunjungmuli

    Beralamat Desa Tunjungmuli, Kecamatan Karangmoncol, Kabupaten Purbalingga.

    PESANTREN, SMP IT & SMA IT MADANI TUNJUNGMULI

    SEKOLAH CALON PEMIMPIN BANGSA

Share this 

Share on facebook
Facebook
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on twitter
Twitter
Share on google
Google+
Share on email
Email

Tinggalkan komentar