Website Resmi SMPIT MADANI TUNJUNGMULI

NASKAH KHUTBAH WUKUF AROFAHMENEGUHKAN UKHWAH DI PADANG AROFAH OLEH :USTADZ DR. H. MASRUHIN ABDUL MAJID.,S.AG.,M.PD.I (PEMBIMBING IBADAH HAJI NRA TOUR & TRAVEL, PENGURUS KOMISI DAKWAH MUI PUSAT DAN PENGASUH PESANTREN MADANI TUNJUNGMULI)

Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh

اَلْـحَمْدُ لِلّٰهِ الْكَرِيمِ الْمَنَّانِ، أَحْمَدُهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى عَلَى نِعَمِهِ الْعِظَامِ، وَعَطَايَاهُ الْجِسَامِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ الْمَلِكُ الْعَلَّامُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْكِرَامِ. أَمَّا بَعْدُ. اِتَّقُوا اللهَ جَلَّ وَعَلَا، وَاتَّقُوا يَوْمًا تُرْجَعُونَ فِيهِ إِلَى اللهِ، اِتَّقُوا اللهَ وَاعْلَمُوا أَنَّكُمْ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ. لَبَّيْكَ اللهم لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لَا شَرِيكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ، لَا شَرِيكَ لَكَ. (ثلاث مرات)

Pada hari yang mulia ini mari kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah Swt. Karena dengan rahmat dan kasih sayang-Nya, hidayah dan inayah-Nya, kita dapat berhaji dan berwukuf di padang Arafah. Shalawat dan salam mari kita haturkan ke haribaan Nabi agung Muhammad Saw. Sang pembebas perbudakan, dan peletak dasar persaudaraan.

Pada hari ini semua jamaah haji dari seluruh dunia sedang menghadap ke arah yang sama, mengumandangkan takbir yang sama, tahmid yang sama, tahlil yang sama, talbiyah yang sama. Kita dan mereka sedang menjalankan punjak ibadah haji yaitu wukuf di padang Arafah.

Wukuf di arofah merupakan ibadah yang dinanti dan diinginkan oleh jutaan umat Islam di seluruh dunia. Mereka ada yang rela menunggu puluhan tahun, ada yang rela menabung bertahun-tahun, ada yang rela menjual kebun, menjual sawah menjual ternak bahkan menjual perhiasan demi bisa bersimpu, bertaubat, bermunajat dan taqorub kepada Allah swt di arofah tanggal 9 dzul hijjah. Lantunan talbiyah bergema memenuhi ruang dunia, naik ke langit Arafah dengan suara yang nyaring dan tersedu-sedu karena rasa haru bisa bersimpu di Arrafah.

 

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ

 

Ya Allah, kami semua datang untuk memenuhi panggilan-Mu, tidakk ada sekutu bagi-Mu ya Rabb. Segala puji dan kenikmatan dan kerajaan hanya milik-Mu ya Rabb. 

 

Arafah adalah miniatur padang mahsyar. Di tempat ini umat manusia berkumpul dengan pakaian yang sama, berwarna putih sebagai lambang kesucian dan kesetaraan hamba di hadapan Allah swt. Pangkat tak lagi berguna. Jabatan tak lagi digdaya. Status sosial tak lagi berfaedah. Disini tidak ada bedanya antara pejabat dengan rakyat, tidak ada bedanya antara jendral dengna kopral dan tidak ada bedanya antara konglomerat dan orang melarat. Semuanya sama, yang membedakan hanyalah kertaqwaan kita kepada Allah swt sebagaimana firman Allah swt :

 

إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ

Sesungguhnya yang paling mulia di antara kaLIAN di sisi Allah SWT adalah orang yang paling bertakwa.

TAMU ALLAH SWT YANG BERBAHAGIA

Peristiwa demikian ini, kira-kira nanti yang akan kita alami di hari qiyamah. Semua manusia dikumpulkan di padang Mahsyar dengan penuh harap, cemas, takut, menanti hisab amal perbuatannya masing-masing. Di hari itu, harta, jabatan, anak, suami, istri, dan sanak saudara tak lagi mampu menjadi sandaran bagi kita.

يَوْمَ يَفِرُّ الْمَرْءُ مِنْ أَخِيهِ، وَأُمِّهِ وَأَبِيهِ، وَصَاحِبَتِهِ وَبَنِيهِ

 

Pada hari itu manusia lari dari saudaranya, dan dari ibunya dan bapaknya, dan dari istrinya dan anak-anaknya.” (QS. ‘Abasa: 34-36)

Pada hari kiamat, kita akan datang sendiri-sendiri menuju Allah swt, tanpa pasangan, tanpa pendamping, tanpa pengacara dan tanpa pembela untuk mempertanggungjawabkan amal perbuatan yang kita lakukan selama di dunia.

وَكُلُّهُمْ آتِيهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَرْدًا

Dan kalian semua akan datang dihari qiyamat sendiri-sendiri.

Lalu apa yang bisa menyelamatkan kita…? dalam al-qur’an disebutkan :

 

يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ، إِلَّا مَنْ أَتَى اللهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ

Di hari (Qiamat), harta dan anak-anak tidak berguna lagi. Kecuali orang-orang yang menghadap Allah swt dengan hati yang bersih.” (QS. Asy-Syu’ara’: 88-89) 

 

 لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ

Wukuf di Arafah mengajarkan kita tentang pentingnya ukhwah, baik itu ukhwah islamiyah (persaudaraan sesama umat islam), ukhwah wathoniyah (persaudaraan sebangsa tanah air) dan ukhwah insaniyah (persaudaraan sesama manusia). Di tempat ini, 1400-an tahun yang lalu, Nabi Muhmmad mendeklarasikan persaudaraan kemanusiaan.

أَيُّهَا النَّاسُ: أَلَا إِنَّ رَبَّكُمْ وَاحِدٌ، وَإِنَّ أَبَاكُمْ وَاحِدٌ. كُلُّكُمْ لِآدَمَ وَآدَمُ مِنْ تُرَابٍ. أَلَا لَا فَضْلَ لِعَرَبِيٍّ عَلَى عَجَمِيٍّ، وَلَا لِعَجَمِيٍّ عَلَى عَرَبِيٍّ، وَلَا لِأَحْمَرَ عَلَى أَسْوَدَ، وَلَا لِأَسْوَدَ عَلَى أَحْمَرَ، إِلَّا بِالتَّقْوَى

Wahai umat manusia, sesungguhnya Tuhan kalian satu, nenek moyang kalian juga satu. Kalian semua anak turun Adam dan Adam dicipta dari tanah. Ketahuilah bahwa tak ada keutamaan bagi orang Arab atas orang non Arab, orang non Arab atas orang Arab, kulit merah atas kulit hitam, kulit hitam atas kulit merah kecuali dengan takwa.” (HR. Imam Ahmad)

Persaudaraan yang diajarkan Nabi Muhammad saw adalah Persaudaraan dengan sepenuh hati, persaudaraan yang sejati, Persaudaraan tanpa basa-basi, Persaudaraan tanpa kata “tapi”, Persaudaraan yang penuh empati sampai mati. Maka dari itu, sesama saudara kita tak boleh saling menyakiti, tidak boleh saling mengkhianati, dan tidak boleh menzalimi. Sudah bukan waktunya lagi sesama umat islam ribut masalah khilafiyah dalam islam, tidak boleh saling membid’ahkan sesama umat islam apalagi sampai mengkafir-kafirkan gara-gara beda masalah cabang-cabang agama.

الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ، لَا يَظْلِمُهُ وَلَا يُسْلِمُهُ، وَلَا يَخْذُلُهُ. رواه مسلم

Sesama muslim itu bersaudara, (karena itu) ia tak boleh menzalimi, merendahkan, dan menghinanya. (HR. Muslim)

TAMU ALLAH SWT YANG BERBAHAGIA

Jauh sebelum negara-negara modern berbicara tentang Hak Asasi Manusia, di tempat ini pula, di tanah ini, di padang Arafah ini, Nabi Muhammad saw menyerukan tentang pentingnya penghargaan dan perlindungan terhadap nilai-nilai kemanusiaan.

 

أَيُّهَا النَّاسُ، إِنَّ دِمَاءَكُمْ، وَأَمْوَالَكُمْ، وَأَعْرَاضَكُمْ حَرَامٌ عَلَيْكُمْ كَحُرْمَةِ يَوْمِكُمْ هَذَا، فِي شَهْرِكُمْ هَذَا، فِي بَلَدِكُمْ هَذَا… متفق عليه

Wahai manusia, sesungguhnya darah-darah kalian, harta kalian, kehormatan kalian adalah suci, seperti sucinya hari ini, bulan ini, di tempat ini. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar dan majemuk. Indonesia memiliki keragaman budaya tertinggi di dunia. Menurut sensus BPS Indonesia memiliki lebih dari 1.340 suku bangsa. Menurut data  Kemendikbud 2024-2026 indonesia memiliki 718 dialek bahasa daerah. Begitu juga dari struktur pemerintahan Indonesia terdiri dari 38 provinsi, 416 kabupaten, 98 kota, 7.285 kecamatan, serta lebih dari 83.000 desa dan kelurahan.

Mari kita jadikan seruan ukhuwah yang dideklarasikan Nabi Muhammad saw pada 14 abad silam, sebagai semangat yang mampu meneguhkan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang kita cintai ini.  Mari kita jadikan keragaman bangsa sebagai kekuatan untuk membangun Indonesia ke depan menjadi negara yang besar, maju, adil, makmur dan sejahtera untuk seluruh rakyatnya yang akhirnya menjadi bangsa yang digambarkan dalam Al-Qur’an sebagai Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur. 

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ

Tempat ini disebut Arafah karena ditempat inilah para Nabi dan kekasih Allah mencapai puncak kesadaran diri (ma’rifatun nafsi).

مَنْ عَرَفَ نَفْسَهُ فَقَدْ عَرَفَ رَبَّهُ

Barangsiapa mengenal dirinya, ia akan mengenal Tuhannya.

 

Nabi Adam AS berhasil mencapai puncak kesadaran setelah ribuan tahun bermunajat dan bersitighfar meminta ampun kepada Allah swt. Nabi Ibrahim AS mencapai puncak kesadaran dan pengetahuan tentang perintah menyembelih Ismail juga di tempat ini. Bahkan Nabi Muhammad SAW juga berhasil mencapai puncak kemakrifatan saat berwukuf di tempat ini. Karenanya tak berlebihan bila dikatakan puncak pencapaian haji ada di tempat ini.

الْحَجُّ عَرَفَةُ

Betapa pentingnya Arafah, hingga tidak ada haji tanpa wukuf di tempat ini. Arafah menyadarkan kita betapa lemah dan tak berdayanya manusia di hadapan kebesaran Allah SWT. Sekian banyak dosa yang kita lakukan. Dosa kepada sesama, dosa kepada suami, istri, anak, orang tua, saudara, tetangga, teman, termasuk dosa pemimpin kepada rakyatnya.

Karena itu, Arafah adalah tempat terbaik untuk bertaubat, beristighfar dan bermunajat kepada Allah swt. Nabi Muhammad saw bersabda:

خَيْرُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ، وَخَيْرُ مَا قُلْتُ أَنَا وَالنَّبِيُّونَ مِنْ قَبْلِي: لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (رواه الترمذي)

Artinya, “Sebaik-baik doa adalah doa yang dipanjatkan di hari Arafah. Sebaik-baik doa yang aku dan para nabi sebelumku panjatkan adalah La ilaha illah wahdahu la syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai’in qadir [Tidak ada Tuhan selain Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya. Segala kerajaan dan pujian hanya milik-Nya. Dialah Dzat yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (HR. At-Tirmidzi)

Semoga wukuf kita diterima oleh Allah swt, dosa-dosa kita, dosa orang tua kita, dosa guru-guru kita, dosa keturunan kita dosa semua orang yang bejasa pada hidup kita di ampuni oleh Allah swt. doa-doa yang kita panjatkan dikabulkan oleh Allah Swt, semua urusan kita dimudahkan oleh Allah swt. Semoga Arafah menjadikan kita sebagai pribadi-pribadi yang luhur, yang mencintai agama, negara dan bangsa Indonesia, dan mampu meneguhkan persatuan dan persaudaraan antar sesama. Semoga kita semua mendapat predikat hajjan mabrura, wa sa’yan masykura, wa dzanban maghfura, wa tijaratan lan tabur. Amiiin ya Robbal ‘Alamiiin…

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Khutbah II

اَلْـحَمْدُ لِلّٰهِ عَظِيمِ الإِحْسَانِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، ذُو الْجَلَالِ وَالإِكْرَامِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، صَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ بِإِحْسَانٍ، إِلَى يَوْمِ الزِّحَامِ. أمّا بعدُ: فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، إِنِّي أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ العَلِيِّ العَظِيمِ، وَبِالاعْتِصَامِ بِحَبْلِ اللَّهِ الْمَتِينِ، قَوْلًا لِقَوْلِهِ تَعَالَى: وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا وَاذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَى شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّارِ فَأَنقَذَكُم مِّنْهَا كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيمِ، فَقَالَ: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. يَقُولُ اللهُ تَعَالَى:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ إِنَّ زَلْزَلَةَ السَّاعَةِ شَيْءٌ عَظِيمٌ، يَوْمَ تَرَوْنَهَا تَذْهَلُ كُلُّ مُرْضِعَةٍ عَمَّا أَرْضَعَتْ، وَتَضَعُ كُلُّ ذَاتِ حَمْلٍ حَمْلَهَا، وَتَرَى النَّاسَ سُكَارَى وَمَا هُم بِسُكَارَى، وَلَٰكِنَّ عَذَابَ اللَّهِ شَدِيدٌ. اللَّهُمَّ إِنَّا جَعَلْنَاكَ مَطْلَبَنَا، فَاسْتَجِبْ لَنَا دُعَاءَنَا. اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا، وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا. اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا هُدَاةً مُهْتَدِينَ، غَيْرَ ضَالِّينَ وَلَا مُضِلِّينَ. اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِنَا، وَآمِنْ رَوْعَاتِنَا، وَاكْفِنَا مَا أَهَمَّنَا، وَقِنَا شَرَّ مَنْ يُرِيدُ بِنَا سُوءًا.

عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ، وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللَّهَ العَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ يَزِدْكُمْ، وَاسْتَغْفِرُوهُ يَغْفِرْ لَكُمْ، وَاتَّقُوهُ يَجْعَلْ لَكُمْ مِنْ أَمْرِكُمْ مَخْرَجًا

Yuk, Belajar  di Pesantren, SMP-IT – SMA-IT  MADANI TUNJUNGMULI

 

4 Keunggulan Madani :

  1. Mahir Ceramah
  2. Mahir Komputer
  3. Mahir Bahasa Asing
  4. Mahir Kitab Kuning

 

#MadaniTunjungmuli

 #PesantrenPurbalingga

#SMPITMadani

 #SMAITMadani

#Karangmoncol

 #Tunjungmuli  

#SekolahPemimpin

 #Purbalingga

#PondokPesantren

#BoardingSchool

 #CalonPemimpinBangsa

 #DR.KH.Masruhin Abdul Majid

Share this 

Share on facebook
Facebook
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on twitter
Twitter
Share on google
Google+
Share on email
Email

Tinggalkan komentar