Oleh :
Dr. K.H. Masruhin, AM.,M.Pd.I
Ketua Lembaga Dakwah NU Jakarta
Pengurus Komisi Dakwah MUI Pusat
Pengasuh Pesantren Madani Tunjungmuli
Wakil Rektor III Universitas Persada Indonesia YAI
Sya’an merupakan bulan ke delapan dalam sistem kalender qomariyah. Kata sya’ban artinya terpisah hal ini karena bulan Sya’ban hadir di antara dua bulan mulia, yaitu setelah bulan Rajab dan sebelum bulan suci Ramadhan. Didalam bulan sya’ban ada malam yang sangat istimewa yaitu malam nisfu sya’ban (malam ke lima belas) dibulan sya’ban. Malam Nisfu Sya’ban memiliki nama-nama mulia yang menunjukkan keagungan dan keutamaannya, Diantaranya :
1. Lailatul Mubarakah (malam keberkahan),
2. Lailatul Bara’ah (Malam pembebasan),
3. Lailatul Qismatut taqdir (malam ditetapkannya takdir),
4. Lailatul Ijabah (malam diterimanya doa-doa).
Menurut Imam Syafi’i dalam kitab Al-Umm, terdapat 5 malam yang mustajab (doa mudah dikabulkan) untuk berdoa:
- Malam Jumat
- Malam Idul Adha
- Malam Idul Fitri
- Malam Pertama Bulan Rajab
- Malam Nisfu Sya’ban
Rasulullah saw sangat menganjurkan kita untuk menghidupkan malam nisfu sya’ban tersebut, sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah dan Imam Baihaqi Sayyidina Ali bin Abu Thalib RA menyampaikan bahwa Rasulullah SAW bersabda :
عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللَّهِ : إِذَا كَانَتْ لَيْلَةُ النِصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَقُوْمُوْا لَيْلَهَا وَ صُوْمُوا نَهَارَهَا فَإِنَّ اللَّهَ تَعَالَى يَنْزِلُ فِيهَا لِغُرُوبِ الشَّمْسِ إِلَى سَمَاءِ الدُّنْيَا فَيَقُولُ : أَلَا مِنْ مُسْتَغْفِرٍ لِي فَأَغْفِرَ لَهُ ! أَلاَ مُسْتَرْزِقٌ فَأَرْزُقَهُ : أَلَا مُبْتَلَى فَأُعَافِيَهُ : أَلا كَذَا … أَلا كَذَا … حَتَّى يَطْلُعَ الفَجْرُ
Artinya: Dari Sayyidina Ali bin Abu Thalib bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: “Apabila tiba malam Nisfu Syaban, sholatlah pada malam harinya dan puasalah di siang harinya karena Allah menyeru hamba-Nya di saat tenggelamnya matahari, lalu berfirman: ‘Adakah yang meminta ampun kepada-Ku? niscaya Aku akan mengampuninya, Adakah yang meminta rezeki kepada-Ku? niscaya akan memberinya rezeki. Adakah yang sakit? niscaya Aku akan menyembuhkannya, Adakah yang demikian (maksudnya Allah akan mengabulkan hajat hambanya yang memohon pada waktu itu)…. Adakah yang demikian…. sampai terbit fajar.”
Cara meghidupkan malam nisfu sya’ban :
- Memperbanyak memohon ampun kepada Allah swt dengan memperbanyak Istighfar.
- Melaksanakan Shalat Sunah pada malam Nisfu Sya’ban, dianjurkan untuk melaksanakan shalat sunah tasbih atau sholat tahajud atau shalat hajat.
- Membaca al-Qur’an atau Surat Yasin sebanyak tiga kali. Setiap kali selesai membaca, lalu berdoa :
- Niat pertama untuk memohon panjang umur dalam ketaatan kepada Allah.
- Niat kedua untuk memohon rezeki yang halal dan berkah.
- Niat ketiga untuk memohon pengampunan dosa.
- Menjaga Kebersihan Hati dengan saling asah asih dan asuh kepada sesama.
- Besilaturahim, meminta maaf dan memaafkan kesalahan orang lain.
- Bershodaqoh, karena shodaqoh merupakan amalan untuk menolak musibah.
- Berdoa dengan Khusyuk karena doa adalah inti dari ibadah malam Nisfu Sya’ban.
- Atau amalan lain yang intinya pada malam nisfu sya’ban kita berdzikir, beribadah dan berdoa kepada Allah swt.
Semoga Allah memberi keberkahan kepada kita di bulan sya’ban dan memberikan sehat panjang umur bertemu dengan bulan suci ramadhan. Amiiin ya robbal ‘alamin
KEPENGIN PUNYA ANAK MAHIR CERAMAH
DENGAN BAHASA ARAB & INGGRIS…????
PONDOK-KAN DI MADANI TUNJUNGMULI..!!!!
